Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)?

you you   Follow         4 Mins read
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)?

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)?


Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan individu-individu yang mempunyai karakteristik yang berbeda dari individu lainnya yang dipandang normal oleh masyarakat pada umumnya.


Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus (ABK) diartikan sebagai individu-individu yang mempunyai karakteristik yang berbeda dari individu lainnya yang dipandang normal oleh masyarakat pada umumnya. Secara lebih khusus anak berkebutuhan khusus menunjukkan karakteristik fisik, intelektual, dan emosional yang lebih rendah atau lebih tinggi dari anak normal sebayanya atau berada di luar standar normal yang berlaku di masyarakat. Sehingga mengalami kesulitan dalam meraih sukses baik dari segi sosial, personal, maupun aktivitas pendidikan (Bachri,2010).

Kekhususan yang mereka miliki menjadikan ABK memerlukan pendidikan dan layanan khusus untuk mengoptimalkan potensi dalam dari mereka secara sempurna (Hallan dan Kauffman, dalam Hadis 2006).

Terdapat beberapa istilah yang digunakan untuk menunjukkan keadaaan anak berkebutuhan khusus istilah anak berkebutuhan khusus merupakan istilah terbaru yang digunakan dan merupakan terjemahan dari (children with special need)yang telah digunakan secara luas di dunia internasional salah satunya menurut WHO juga merumuskan beberapa istilah yang digunakan untuk menyebut anak berkebutuhan khusus yaitu:

Impairement

Impairement merupakan suatu keadaan atau kondisi dimana individu mengalami kehilangan atau abnormalitas psikologi, fisiologi atau fungsi struktur anatomi secara umum pada tingkat organ tubuh. Contoh seorang yang mengalami amputasi satu kaki, maka ia mengalami kecacatan kaki.

Disability

Disability merupakan suatu keadaan dimana individu menjadi “kurang mampu” melakukan kegiatan sehari-hari karena adanya keadaan impairement, seperti kecacatan pada organ tubuh. Contoh pada orang yang cacat kaki, dia akan merasakan berkurangnya fungsi kaki untuk mobilitas.

Handicaped

Handicaped adalah suatu keadaan dimana individu mengalami ketidak mampuan dalam bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan. Hal ini dimungkinkan karena adanya kelainan dan berkurangnya fungsi organ individu. Contoh orang yang mengalami amputasi kaki, dia akan menglami masalah mobilitas sehingga dia memerlukan kursi roda (Purwanti, 2011).

Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus

Terdapat beberapa kategori anak berkebutuhan khusus yang dapat diindentifkasi. Adapun jenis kategori tersebut antara lain :

Anak dengan gangguan penglihatan (Tunanetra)

Tunanetra adalah gangguan daya penglihatan, berupa kebutaan menyeluruh atau sbagian, dan walaupun mereka telah diberi pertolongan alat bantu khusus mereka masih tetap mendapat Pendidikan khusus. Kehilangan kemampuan penglihatan adalah suatu kondisi dimanafungsi penglihatannya mengalami penurunan mulai dari derajat yang ringan hingga yang paling berat. Ada dua kategori besar yang tergolong dengan kehilangan kemampuan penglihatan yaitu:

  1. Low vision yaitu, orang yang mengalami kesulitan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya yang berkaitan dengan penglihatan namun dapat menyelesaikan tugas tersebut dengan menggunakan strategi pendukung penglihatan, melihat dari dekat, penggunaan alat-alat bantu dan juga modifikasi lingkungan sekitar.
  2. Kebutaan yaitu, orang yang kehilangan kemampuan penglihatan atau hanya memiliki kemampuan untuk mengetahui adanya cahaya atau tidak. Penyebab terjadinya kehilangan kemampuan penglihatan adalah karena adanya permasalahan pada struktur atau fungsi dari mata.

    Anak dengan gangguan pendengaran (Tunarungu)

    Tunarungu adalah suatu keadaan kehilangan pendengaran meliputi seluruh gradasi /tingkatan baik ringan, sedang, berat dan sangat berat yang akan mengakibatkan pada gangguan komunikasi dan bahasa. Ketunarunguan ini dapat digolongkan dalam kurang dengar atau tuli. Gangguan pendengaran merupakan gangguan yang menghambat proses informasi bahasa melalui pendengaran, dengan maupun tanpa alat pengeras, bersifat permanen maupun sementara, yang mengganggu proses pembelajaran anak.

Penyebab gangguan pendengaran terbagi dalam dua kategori, yaitu :

  1. Faktor genetik. Pengaruh genetik dapat menyebabkan cacat tulang telinga bagian tengah, sehingga mengakibatkan berkurangnya pendengaran.
  2. Faktor lingkungan/pengalaman. Lingkungan yang mempengaruhi pendengaran biasanya berupa serangan penyakit, misalnya campak, radang telinga, pemakaian obat-obatan, trauma suara terlalu keras.

Anak retardasi mental (Tunagarhita)

Tunagrahita adalah individu yang secara signifikan memiliki intelegensi di bawah intelegensi normal dengan skor IQ sama atau lebih rendah dari 70. Tunagrahita terdiri dari beberapa klasifikasi seperti, tunagrahita ringan, tunagrahita sedang, dan tunagrahita berat.

Anak dengan kelainan fisik (Tunadaksa)

Tunadaksa merupakan gangguan fisik yang berkaitan dengan tulang, otot, sendi dan sistem persarafan, sehingga memerlukan pelayanan khusus. Salah satu contoh adalah Cerebral Palsy. Cerebral Palsy (Cerebral Palsy, Kelumpuhan Otak Besar) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan buruknya pengendalian otot, kekakuan, kelumpuhan dan gangguan fungsi saraf lainnya. Cerebral Palsy bukan merupakan penyakit dan tidak bersifat progresif (semakin memburuk). Gangguan ini biasanya berpengaruh pada gerakan kasar dan gerakan halus dari seseorang. Gangguan ini bisa bersifat ringan hingga yang berat.

Contoh Tunadaksa lainnya adalah :

  1. Kelainan bawaan yang menyebabkan terjadinya telapak kaki rata, jumlah anggota tubuh yang tidak lengkap atau berlebih.
  2. Penyakit seperti poliomyelitis, TBC tulang dll
  3. Penyebab lain seperti gangguan neurologis dan lingkungan, yang menyebabkan cerebral palsy, spina bifida, amputasi, retak atau terbakar). Cerebral palsy merupakan gangguan pada fisik yang cukup banyak dikenal orang.

Anak dengan gangguan perilaku dan emosi (Tunalaras)

  1. Anak dengan gangguan prilaku a. Anak dengan gangguan perilaku taraf ringan b. Anak dengan gangguan perilaku taraf sedang c. Anak dengan gangguan perilaku taraf berat
  2. Anak dengan gangguan emosi a. Anak dengan gangguan emosi taraf ringan b. Anak dengan gangguan emosi taraf sedang c. Anak dengan gangguan emosi taraf berat

Menarik untuk anda


Revisi halaman ini dengan tombol edit dibawah, bila menurut anda ada yang keliru, ada yang perlu ditambahkan agar isi konten lebih baik lagi. Edit
Lihat komentar tentang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)?
Tunggu hingga dokumen muncul